Jl. Raya Pacet KM. 09 Kp. Lemburawi Ds. Maruyung Kec. Pacet Kab. Bandung Jawa Barat
spmb@smpbaiturrosyad.sch.id
-
Kembali ke Berita
Berita
Dari KH. Amin Siroj hingga KH. Didin Saepudin Ibad: Ziarah MPLS SMP Baiturrosyad Telusuri Silsilah Pendiri

Pacet, Kabupaten Bandung – Rangkaian Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMP Baiturrosyad memasuki hari kedua dengan kegiatan yang sarat makna spiritual dan historis. Pada Jumat (17/7/2026), ratusan siswa baru beserta jajaran guru dan pengurus OSIS melaksanakan ziarah ke makam para pendiri dan tokoh utama Pondok Pesantren Badrul Ulum Al-Islami di Kampung Sinapeul, Desa Mekarjaya, Kecamatan Pacet, Kabupaten Bandung, Jawa Barat.


Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hari ini menjadi momen penting bagi ratusan siswa baru untuk mengenal jejak perjuangan para pendahulu yang telah mendirikan lembaga pendidikan. Ziarah ini sekaligus menjadi bentuk penghormatan kepada KH Didin Saepudin Ibad selaku pendiri dan pengasuh ponpes yang juga menjadi pencetus berdirinya SMP Baiturrosyad pada tahun 2017.


Empat makam tokoh utama menjadi tujuan ziarah. Pertama, makam (Alm.) KH. Amin Siroj, Muassis Awal (pendiri) Pondok Pesantren Sinapeul sekaligus kakek dari KH Didin Saepudin Ibad, yang wafat pada tahun 1973. Kedua, makam (Alm.) KH. Hasbulloh, putra sulung KH. Amin Siroj yang melanjutkan kepemimpinan pondok; pada Juli 1993, tepat 100 hari sepeninggal beliau, pondok ini berganti nama menjadi Pondok Pesantren Badrul Ulum Al-Islami. Ketiga, makam (Alm.) KH. Masluh Rifqon Sakandari, pimpinan Pondok Pesantren Badrul Ulum Al-Islami yang wafat pada tahun 2025. Beliau adalah cucu KH. Amin Siroj sekaligus kakak kandung KH Didin Saepudin Ibad. Keempat, makam (Almh.) Hj. Oom Rohmah, ibunda KH Didin Saepudin Ibad.



"Kami sengaja menghadirkan kegiatan ini dalam MPLS agar para siswa tidak hanya mengenal lingkungan sekolah secara fisik, tetapi juga memahami akar sejarah dan spiritualitas yang melatarbelakangi berdirinya SMP Baiturrosyad. Ini bagian dari pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman," ujar Ketua pelaksana MPLS, Faisal Arifin, S.Pd., Gr., di sela-sela kegiatan.


Rombongan tiba di kompleks pemakaman yang berlokasi di Ponpes Badrul Ulum Al-Islami, tepatnya di Kampung Sinapeul RT 01 RW 08, sekitar pukul 08.00 WIB. Dengan dipandu oleh para guru dan panitia, para siswa diajak membaca doa dan merenungkan perjalanan hidup para tokoh yang telah mengabdikan dirinya untuk dunia pendidikan dan dakwah.


Kegiatan ziarah ini mengandung empat tujuan utama. Pertama, dzikrul maut atau mengingat kematian sebagai pengingat bagi setiap insan. Kedua, mengambil ibrah atau pelajaran berharga dari keteladanan para pendahulu. Ketiga, tabarruk atau mencari keberkahan melalui doa dan penghormatan kepada para ahli kubur. Keempat, mendoakan serta mengenal secara dekat silsilah keluarga KH Didin Saepudin Ibad selaku pengasuh dan pendiri Pondok Pesantren Baiturrosyad Al-Qur'ani.


Suasana ziarah tampak khidmat dan penuh renungan. Para siswa terlihat antusias mendengarkan penjelasan mengenai sejarah singkat masing-masing tokoh yang diziarahi. Beberapa di antaranya mengaku baru pertama kali mengetahui bahwa sekolah mereka memiliki keterkaitan erat dengan perjalanan panjang pondok pesantren yang sudah berdiri sejak 1918 tahun lalu.


"Kegiatan ini membuka mata saya bahwa SMP Baiturrosyad bukan sekadar sekolah biasa. Ada perjuangan panjang dan doa dari para kiai terdahulu yang membuat kami bisa belajar di sini. Saya berharap bisa meneladani semangat mereka," tutur salah satu siswi baru dengan mata berbinar.


Dengan terselenggaranya ziarah ini, SMP Baiturrosyad berkomitmen untuk terus mengintegrasikan nilai-nilai sejarah, spiritualitas, dan keteladanan para pendiri dalam setiap proses pembelajaran. Harapannya, para siswa tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kedalaman iman dan pemahaman akan jati diri sebagai bagian dari ekosistem pesantren yang kaya akan tradisi keilmuan dan kebangsaan.